Guru Besar Undip: Karagenan Rumput Laut untuk Makanan dan Obat
Rumput laut Indonesia, saat ini, belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal, meskipun memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Prof. Dr. Aji Prasetyaningrum, S.T., M.Si., Ketua Laboratorium OTK dan Proses Teknik Kimia FT Undip, dalam orasi pengukuhan sebagai guru besar, mengungkapkan pentingnya pengolahan rumput laut untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih tinggi.
Beliau menyoroti bahwa kandungan karagenan dalam rumput laut dapat diolah menjadi zat aditif pada makanan dan obat hayati. Dalam konteks ekonomi, Prof. Aji menunjukkan bahwa proses pengolahan rumput laut menjadi karagenan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan. Sebagai contoh, harga rumput laut kering sekitar Rp 8.500/kg, tetapi setelah diolah menjadi karagenan semi murni, harga jualnya dapat mencapai Rp 80.000/kg, meningkatkan nilai ekonomi dua kali lipat menjadi Rp 160 ribu.
Pentingnya pengolahan ini terutama karena sebagian besar rumput laut Indonesia diekspor dalam bentuk produk kering. Prof. Aji mendorong industri pengolahan karagenan dari rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Selain nilai ekonomi tinggi, karagenan juga diakui sebagai bahan aditif aman untuk makanan dan memiliki potensi besar sebagai bahan obat hayati.
Namun, kendala yang dihadapi adalah minimnya formulasi branding untuk produk olahan rumput laut. Prof. Aji menekankan perlunya memperhatikan branding produk agar dapat bersaing di pasar global. Dengan kondisi iklim dan letak geografis Indonesia yang mendukung pertumbuhan rumput laut, potensi ekonomi dari tumbuhan laut ini sangat besar.
Proses pengolahan karagenan melibatkan teknologi ekstraksi, seperti gelombang ultrasonik dan proses multi tahap. Karagenan yang dihasilkan memiliki dua kategori, yaitu dengan bobot molekul tinggi untuk makanan dan minuman, serta bobot molekul rendah untuk bahan obat hayati. Penggunaan teknologi ekstraksi berbantu ultrasonik dan sistem ekstraksi multi tahap dapat meningkatkan kualitas dan rendemen karagenan.
Selain itu, upaya pengembangan lanjutan termasuk produk turunan berbahan dasar karagenan, seperti edible film, telah memberikan kontribusi pada industri pangan dengan memperpanjang masa simpan dan meningkatkan kualitas produk. Meskipun pemanfaatan karagenan untuk obat hayati masih memerlukan penelitian lebih lanjut, Prof. Aji optimis bahwa potensi pengembangan ini terbuka lebar.
Dengan demikian, peningkatan pemanfaatan rumput laut Indonesia, melalui pengolahan menjadi karagenan, tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian, tetapi juga memberikan kontribusi pada industri pangan dan obat hayati. Prof. Aji Prasetyaningrum mengajak untuk melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya laut yang melimpah.
Komentar
Posting Komentar